Akuarium Literasi 1


Memasuki tantangan materi 5 di kelas bunda sayang sempat membuat saya sedikit tidak memiliki energi bahkan ketika tiba waktu berbuka shaum, saya belum mempersiapkan apapun.

Ibrahim yang ceriwis mengajak saya berkreasi dari satu kantong kertas origami yang sudah mau dibuang karena memang kertasnya sudah kusut dan menempel lem-lem bekas Ibrahim berkreasi dengan idenya. Dia mulai mengumpulkan ikan-ikan yang pernah dia buat. Sampai di tahap itu, saya tetap belum punya ide. Bahkan sempat menyerah untuk tidak mengerjakan tugas. Si ceriwis terus melaju dengan idenya, dia tempel dua kreasi bunga yang pernah dibuat kakaknya, dia tempel acak ikan-ikan, dia gunting gelembung kecil berwarna biru. Akhirnya saya terbawa semangat oleh Ibrahim, Semua idenya tertuang meskipun hanya terbuat dari kertas origami bekas yang usang dan mau dibuang atau dijual ke pengepul kertas bersama buku-buku yang tidak terpakai.


Saya dan Ibrahim membagi sarana gambar literasi untuk setiap harinya akan kami tempel dengan lambang hati yang sudah diberi judul buku.
Di antaranya : ikan-ikan untuk Ibrahim, bunga-bunga untuk kakak Agnia, gelembung-gelembung buat abu Ibrahim dan rumput-rumput untuk saya.

Untuk kegiatan membaca, saya selalu mengajak anak-anak untuk rutin membiasakan membaca. Dan untuk Ibrahim meskipun usianya sudah 6 tahun, dia belum bisa lancar membaca, dia tidak seperti anak-anak lain yang memiliki kemampuan membaca di usia dini. Tetapi Ibrahim punya kemampuan yang lain dari daya ingatnya yang begitu kuat serta dia bisa menyimpulkan dengan bahasanya setiap buku yang saya baca.

Begitupun Agnia, dia bisa membaca di usia 6 tahun bahkan dia sekolah satu tahun lebih tua dibanding teman-temannya. Meskipun keduanya tidak memiliki kemampuan membaca di usia dini tetapi mereka memiliki kemampuan berbahasa dan daya ingat yang cukup baik.

Agnia bertumbuh menjadi anak yang suka membaca terlebih saat dia menjadi homeschooler, begitupun Ibrahim, saya tidak pernah khawatir meskipun dia masih menggunakan buku bacalah untuk melancarkan kemampuan membacanya.


InsyaaAllah, saya tak pernah kecil hati dengan kemampuan kedua buah hati saya, saya yakin Ibrahim akan mengikuti jejak kakaknya. Yang membuat saya bersyukur, dia cepat memahami isi bacaan atau cerita yang didengarnya. Saya yakin cinta yang sepenuhnya saya berikan akan mengantarkan mereka menjadi jiwa-jiwa unik yang diridhoi Allah... Aamiin.

Buku yang kami baca hari ini
1. Saya membaca buku Propethic Parenting, butuh waktu yang lama untuk melahap 608 halaman.
2. Agnia membaca dua buku Art of Dakwah dan  Islam Rahmatan Lil Alamin.
3. Ibrahim membaca rutin, buku bacalah secara mandiri dan cerita islami (dibacakan oleh saya).

#TantanganHari1
#Level5
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
#KuliahBunsayIIP

Komentar